Posted by: marchdul | March 5, 2011

Di Saat Rintik Hujan


Aris terbangun dari tidurnya. Dia melihat jam. Detik demi detik berlalu. Rintik-rintik hujan mengetuk jendela kamar Aris. Di saat itu, dia melihat sebuah foto seorang wanita. Wanita itu terlihat tersenyum, dengan matanya yang berbinar. Dari sudut mata Aris, terlihat embun yang menunjukkan perasaannya yang sedang berduka. Embun itu jatuh di atas meja, tempat ia menatap foto itu. Aris merasa Tuhan tidak adil. Mengapa wanita yang dia sayangi pergi tanpa pamit? Di saat dia menjalankan tugasnya sebagai pelajar, suasana tampak sunyi saat sebuah mobil datang dan ayahnya menyampaikan kabar bahwa wanita yang melahirkan Aris telah pergi untuk selamanya karena kanker otak stadium 4.Mobil mengantarkan dia ke rumah sakit. Kain telah menutupi semua tubuh ibunya, termasuk wajahnya yang cantik.

Tiba-tiba ketukan pintu memecah keheningan. Tante Risma, ibu barunya menyuruhnya untuk bangun dan keluar dari kamar. Tentu saja dia harus sarapan, karena jarum pendek jam telah menunjuk angka 9. Aris hanya diam saat keluar dari kamar. Ayahnya duduk sambil menikmati secangkir kopi panas dan memegang beberapa lembar koran. Tante Risma mempersilahkan Aris duduk untuk makan ayam goreng buatannya. Hanya kata ‘terima kasih’ yang terlontar dari mulut Aris. Tetapi, senyum Tante Risma mengembang saat kata itu didengarnya.

Aris masih enggan untuk memanggil tante Risma ‘ibu’. Dia berpikir bahwa semua ibu tiri itu sama saja. Pasti tak peduli terhadap anak tirinya. Belum sempat dia beranjak untuk kembali ke kamar, tante Risma menyuruhnya mandi dan bersiap untuk pergi berbelanja bersama. Aris menggerutu dalam hati, lalu mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.

15 menit kemudian, Aris telah berpakaian rapih. Tante Risma langsung mengajaknya untuk ke mobil dan membukakan pintu untuknya. Aris pun duduk di jok belakang, sedangkan Tante Risma di depan. Mang Udin, supirnya, mengantarnya ke sebuah mall besar. Aris hanya terpaku melihat mall itu.

Tante Risma dan Aris turun. Hawa mall yang sejuk terasa di lenganbeli Aris. Tetapi dia tidak peduli hal itu. Dia dan tante Aris pergi ke sebuah toko pakaian. Tante Risma membelikan Aris beberapa potong pakaian. Setelah membayarnya, Aris berkata bahwa dia merasa jenuh di mall. Padahal, mereka baru saja di mall sekitar 30 menit. Akhirnya, Aris dan tante Risma keluar dari mall untuk pergi ke sebuah taman bermain.

Begitu sampai, tante Risma melihat pakaian yang harganya jauh lebih murah dari pakaian di mall. Dia membeli sebuah jaket hangat untuknya, karena cuacanya mendung. Aris tidak tertarik dengan apa yang dibeli tante Risma. Dia mengalihkan pandangannya ke sebuah pertunjukkan sulap. Lalu Aris pergi tanpa seizin tante Risma.

Langit semakin gelap, dan butir-butir air kembali turun, seperti saat Aris merenungkan ibunya. Aris mencari-cari tante Risma, tapi sayangnya, tubuh orang-orang yang tinggi menutupi pandangannya. Hujan semakin deras, dan orang-orang kalang kabut mencari tempat berteduh. Saat rintik hujan semakin menghujat permukaan tanah, dan air mata Aris jatuh karena kebingungannya, tante Risma menemukannya.

Tante Risma melepaskan jaket hangatnya dan menutupi tubuh Aris. Aris tak menyangka bahwa tante Risma akan merelakan jaketnya untuk menutupi tubuh Aris yang kedinginan. Sedangkan tante Risma agak mengigil karena kedinginan. Mereka pun pulang diantar Mang Udin.

Esok harinya, tante Risma batuk-batuk dan demam. Aris sadar, bahwa dia tidak boleh membenci dan membiarkan orang yang menyayanginya. Dia tak ingin lagi kehilangan orang yang menyayanginya.

Aris mengetuk pintu kamar tante Risma, dan tante Risma mempersilahkan dia untuk masuk. Aris membuka pintu dengan membawa secangkir teh manis hangat di tangan kanannya. Dia memberikan secangkir teh manis itu kepada ibu barunya, dan memeluknya sambil berkata

‘MAAFKAN AKU IBU. AKU SAYANG IBU!’

Suasana haru dan bahagia memenuhi hati tante Risma. Dia pun meneteskan air mata bahagia, yang membahagiakan Aris juga.

***


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: